Marketing & Sales
Mengembangkan pertumbuhan penjualan dengan
target maksimal
Selengkapnya

5 Cara Menjual Produk di Pasar Yang Penuh Dengan Kompetitor

5 Cara Menjual Produk di Pasar Yang Penuh Dengan KompetitorSebagai seorang marketing, Anda harus pandai meramu strategi saat menghadapi kompetitor-kompetitor Anda. Jika tidak, konsumen tentunya tidak akan melirik produk Anda. Bagi Anda yang memutuskan menjual produk yang sudah dijual oleh banyak pihak, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda gunakan:

1. Jika tak bisa jadi yang pertama, jadilah yang kedua

Apabila Anda mendengar tentang produk minuman bersoda, brand manakah yang secara langsung terlintas di benak Anda? Mungkin Pepsi, mungkin juga Coca-Cola. Yang dapat Anda pelajari dari kedua brand terkenal tersebut adalah, tak apa-apa jika Anda tak menjadi yang pertama. Pertama yang dimaksudkan disini adalah menjadi pelopor atau penggagas sebuah produk pertama kali. Namun, usahakan agar brand Anda tetap memberikan manfaat, yang tak kalah dengan brand yang pertama kali berkiprah di pasar yang Anda tuju.

2. Tambahkan sentuhan yang berbeda

Meski tak menjadi yang pertama, Anda dapat tetap mendapatkan posisi sendiri di hati khalayak. Caranya adalah dengan membuat diferensiasi (pembedaan) bagi produk yang Anda pasarkan. Diferensiasi yang dimaksud berupa pemberian perbedaan kepada produk Anda, agar dapat menyasar konsumen dengan strategi yang berbeda dari kompetitor Anda. Sebagai contoh, jika KFC adalah brand makanan cepat saji, Subway adalah brand makanan cepat saji dengan tambahan menu-menu sehat yang tak ada di KFC. Selain itu, Anda juga dapat menjawab kebutuhan konsumen yang tidak diakomodasi oleh kompetitor Anda. Hal ini dapat menjadi kekuatan produk Anda.

3. Kenali konsumen milik kompetitor

Kenali konsumen milik kompetitorAnda perlu melakukan pencarian informasi mengenai konsumen dari brand yang menjadi kompetitor Anda. Informasi ini secara garis besar meliputi perilaku konsumen dalam menggunakan brand milik kompetitor. Sebagai contoh, Anda dapat menggali informasi soal motivasi mereka membeli produk kompetitor dan melakukan analisis strategi pemasaran kompetitor seperti situs bandar judi Maha168 yang melakukan analisis pasarnya yang tepat. Dengan mengenali pasar kompetitor, Anda dapat menyusun rencana untuk produk Anda sendiri.

4. Gunakan strategi pemasaran yang berbeda dengan kompetitor

Bila ternyata rincian dan kegunaan produk Anda sama dengan milik para kompetitor Anda, maka Anda perlu menggunakan strategi pemasaran yang berbeda dari kompetitor Anda. Anda dapat menggunakan strategi 4P (product, placement, price, promotion) yang berbeda dengan yang kompetitor Anda gunakan.

Sebagai contoh, Anda dapat memberikan harga yang lebih murah. Anda juga dapat beriklan dengan visualisasi dan ide yang berbeda. Carilah gagasan yang sama sekali berbeda, sehingga khalayak merasakan kebaruan (novelty) dari produk Anda.

5. Tentukan target pasar yang lebih sempit

Masuk ke pasar yang sudah ditempati oleh “pemain-pemain lama” memang sulit. Meski demikian, hal tersebut bukannya mustahil. Anda juga dapat menerapkan strategi untuk menyasar pasar yang lebih sempit.

Sebagai contoh, jika kompetitor Anda menyasar konsumen dari kalangan menengah ke atas, Anda dapat memilih untuk menyasar kalangan menengah ke atas pada rentang umur yang spesifik. Sebagai contoh, jika Anda menjual produk sepatu olahraga, ketimbang menyasar usia muda yang sudah disasar para kompetitor Anda, Anda dapat menyasar kalangan yang lebih tua, yang sadar akan pentingnya gaya hidup sehat di hari tua. Tentukan target pasar yang lebih fokus dan spesifik.

Menjadi pendatang baru dalam sebuah pasar bisnis memang dapat membingungkan. Namun demikian, setelah Anda mengetahui cara-cara di atas, pastinya Anda bisa kan untuk melakukannya sekarang? Selamat mencoba!

Info lainnya : Pengertian Marketing dan Dasar- Dasarnya

Memahami Marketing dan Dasar-Dasarnya

Pengertian Marketing dan Dasar-Dasarnya

Marketing adalah hal penting dalam bisnis atau disebut juga pemasan, bagi pebisnis dan pengusaha, pernahkah Anda berpikir tentang apa itu Marketing? Kata ini sering digunakan dalam dunia bisnis, tetapi apakah Anda memahami dan mengetahui esensi dari istilah Marketing itu sendiri?

Berikut ini akan menjelaskan definisi Marketing hingga penjelasan tentang branding.

Definisi dan Metode Marketing

Banyak orang berpikir bahwa gagasan Marketing adalah bagian dari promosi riset pasar, promosi produk dan layanan, tetapi hal-hal ini hanya satu bagian dari Marketing.

Pemahaman yang lebih sederhana tentang Marketing adalah ‘cara atau mekanisme penjualan’ atau ‘cara untuk terus menghasilkan uang’.

Selain itu, metode dalam Marketing adalah hal-hal seperti manajemen kerja (manajemen proyek), strategi untuk biaya, promosi & komunikasi, riset Marketing, Marketing langsung, dan sebagainya.

Kegiatan dan Proses Marketing

  • Pertama, mulailah mensurvei pasar.
    Proses kegiatan Marketing dimulai dengan melakukan survei atau riset pasar. Penting untuk mengetahui apa yang paling dibutuhkan dan dicari oleh pelanggan dan konsumen untuk dapat mengembangkan produk untuk dijual. Secara umum, survei dilakukan melalui kuesioner kepada konsumen dan melakukan penelitian melalui data statistik oleh lembaga publik.
  • Mempromosikan iklan untuk mempopulerkan produk.
    Jika Anda telah membuat produk yang berkualitas, maka hal berikutnya adalah melakukan promosi melalui iklan. Secara umum, cara beriklan adalah menyebarkan promosi melalui televisi atau media massa dan beriklan di internet.
  • Memastikan hasil yang didapat.
    Hal terakhir yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa berbagai kegiatan Marketing yang dilakukan dapat berkontribusi pada peningkatan penjualan produk. Hitung pengeluaran untuk semua kegiatan Marketing dan penjualan yang dihasilkan dan ketahui efektivitas biaya yang dikeluarkan.

Dasar-Dasar Marketing

Komunikasi Marketing untuk konsumen, dapat memberi tahu atau menunjukkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa suatu produk digunakan, oleh orang seperti apa, dan di mana dan kapan. Komunikasi pemasaran berkontribusi terhadap ekuitas merek dengan menanamkan merek dalam memori dan menciptakan citra merek dan mendorong penjualan dan bahkan memengaruhi nilai pemegang saham.

Jenis-jenis komunikasi pemasaran :

  • Periklanan: Adalah struktur informasi dan pengaturan komunikasi non-pribadi yang dibiayai dan persuasif dalam sifat dan promosi produk, layanan, atau ide oleh sponsor yang diidentifikasi melalui berbagai media.
  • Promosi penjualan: Insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau layanan.
  • Acara dan pengalaman: Kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi sehari-hari atau interaksi yang terkait dengan merek tertentu.
  • Hubungan masyarakat dan publikasi: Berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
    Marketing langsung: Penggunaan surat, telepon, faksimili, email, atau internet untuk berkomunikasi langsung dengan atau meminta tanggapan atau dialog dari pelanggan.
  • Marketing interaktif: Kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, meningkatkan citra, dan menciptakan penjualan produk dan layanan.
  • Marketing dari mulut ke mulut: Komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antar komunitas yang berkaitan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau layanan.
  • Penjualan pribadi: interaksi tatap muka dengan satu atau lebih calon pembeli untuk tujuan membuat presentasi, menjawab pertanyaan, dan mendapatkan pesanan.
    Strategi Marketing sangat penting bagi perusahaan di mana strategi Marketing adalah cara untuk mencapai tujuan perusahaan. Jadi dalam menjalankan bisnis kecil khususnya perlu dikembangkan melalui strategi Marketingnya. Karena pada kondisi kritis justru bisnis kecil yang mampu memberikan pertumbuhan pendapatan masyarakat.

Strategi Marketing sangat penting bagi perusahaan di mana strategi Marketing merupakan sarana untuk mencapai tujuan perusahaan. Ini juga dikuatkan oleh pendapat Swasta “Strategi ini terdiri dari serangkaian model hebat yang menggambarkan bagaimana perusahaan harus bekerja untuk mencapai tujuannya.” Untuk mengelola bisnis kecil khususnya, perlu untuk mengembangkan strategi Marketingnya. Karena dalam kondisi kritis, justru bisnis kecil yang mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan masyarakat. Marketing oleh W. Y. Stanton mencakup seluruh sistem yang terkait dengan tujuan perencanaan dan penetapan harga untuk mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pembeli aktual dan potensial. Berdasarkan definisi di atas, proses Marketing dimulai dengan mencari tahu apa yang diinginkan konsumen. Akhirnya, Marketing memiliki satu tujuan, yaitu:

  1. Pelanggan potensial mengetahui secara detail produk yang kami produksi dan perusahaan dapat menanggapi semua permintaan mereka untuk produk yang mereka produksi.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara rinci semua kegiatan yang berkaitan dengan Marketing. Kegiatan Marketing ini mencakup berbagai kegiatan mulai dari penjelasan produk hingga pengiriman produk melalui desain, promosi, iklan, komunikasi konsumen, dan pengiriman produk untuk menjangkau konsumen dengan cepat.
  3. Kenali dan pahami konsumen sehingga produk sesuai dengan mereka dan dapat dijual sendiri.

Secara umum, kegiatan Marketing terkait dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi Marketing ini dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

  1. Faktor mikro, yaitu perantara Marketing, pemasok, pesaing, dan masyarakat.
  2. Faktor ekonomi makro, yaitu demografi / ekonomi, politik / hukum, teknologi / fisika dan sosial / budaya.

Elemen-elemen berikut harus diperhitungkan untuk Marketing:

Dari sudut pandang penjual:

  • Lokasi strategis,
  • Produk yang berkualitas (produk),
  • Harga kompetitif, dan
  • Promosi yang intens (promosi).

Dari sudut pandang konsumen:

  • Kebutuhan dan keinginan konsumen (kebutuhan dan keinginan pelanggan),
  • Biaya konsumsi (biaya untuk pelanggan),
  • Kenyamanan (convenience), dan
  • Komunikasi (komunikasi).

Dari apa yang telah dibahas di atas, sejumlah hal dapat disimpulkan, yaitu bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus berada di pusat kegiatan operasional dan perencanaan bisnis. Marketing berkelanjutan perlu memiliki koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya dalam Marketing), untuk menciptakan sinergi dalam upaya melakukan kegiatan Marketing.